Kemadang Tanjungsari Siap Maju Lomba Desa Tingkat Nasional

Rabu (2/5) yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Desa Kemadang mempunyai hajat yang sangat penting, yaitu mewakili Kabupaten Gunungkidul maju Lomba Desa tingkat Propinsi DI Yogyakarta.

Dari pagi kesibukan mulai tampak, baik di Balai Desa Kemadang maupun di padukuhan sampel, guna mempersapkan segala sesuatunya agar kegiatan nantinya dapat berjalan lancar sesuai harapan. Padukuhan sampel yang ditunjuk adalah Padukuhan Pucung, Padukuhan Sumuran, dan Padukuhan Rejosari. Ketiga pedukuhan tersebut siap menampilkan potensi yang dimiliki guna mendukung mendapatkan hasil yang terbaik untuk Desa Kemadang.

Banyak komponen terlibat dalam prosesi penyambutan tim penilai dari DI Yogyakarta. Prosesi diawali dengan tampilnya marching band dari SMK I Tanjungsari yang tampil sangat memikat, dilanjutkan peresmian mobil milik karang taruna Desa Kemadang, dan diakhiri dengan pengalungan bunga oleh tokoh berbagai agama yaitu Islam, Katholik, dan Hindu.     

Camat Tanjungsari, Rakhmadian AP MSi, yang berperan menjadi komentator saat itu menyampaikan bahwa di Desa Kemadang kerukunan umat sudah tercipta, saling menghormati untuk mendukung majunya pembangunan di Desa Kemadang.

Bertempat di balai desa Kemadang, tepat jam 09.00 acara pun dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang dinyanyikan secara khidmat oleh segenap peserta, dan dilanjutkan penampilan dari koor PKK desa Kemadang. Pada acara pembukaan koor PKK Desa Kemadang menyanyikan lagu Mars PKK dan Hymne Yogyakarta yang merupakan karangan dari warga Kecamatan Tanjungsari, yang disambut tepuk tangan yang meriah dari segenap peserta.

Mewakili Bupati Gunungkidul, Sudodo MM, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, didaulat untuk menyampaikan ucapan selamat datang. Banyak hal disampaikan beliau, salah satunya mengharapkan agar pembangunan pedesaan mengarah ke perbaikan infrastruktur dan membangun meningkatkan sumber daya manusia.

Sambutan ketua Tim Penilai disampaikan oleh Dewo Wisnubroto Imam Santoso, SH, Kepala Bagian Biro Hukum Propinsi Daerah Istimewa Yogykarta. Beberapa poin penting disampaiakan beliau, antara lain:

  1. Mengapresiasi lagu Hymne Yogyakarta yang dinyanyikan koor PKK Desa Kemadang, dan akan mengupayakan agar resmi diakui menjadi Hymne Yogyakarta.
  2. Pada evaluasi perkembangan desa atau lomba desa, tertib administrasi menjadi indikator paling utama, perlu mendapatkan perhatian yang lebih.
  3. Melalui lomba desa, diharapkan hal ini merupakan sarana motivasi dan pembinaan kepada wilayah pedesaan agar terwujud desa yang maju dalam pembangunan.
  4. Karena Desa Kemadang merupakan daerah wisata, maka pembinaan mental dan spiritual agar dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.

Mengakhiri sambutannya ketua tim penilai berpesan kepada segenap tim agar melakukan tugas secara professional dan mengutamakan obyektivitas, yang disambut dengan tepuk tangan dari segenap peserta.

Tiba acara penilaian administrasi. Desa Kemadang beserta semua komponennya telah mempersiapkan administrasi untuk dilihat oleh segenap tim. Terlihat segenap tim berdialog dengan lembaga yang ada di Desa Kemadang, untuk mengetahui sejauh mana administrasi kegiatan telah dilaksanakan, tak terkecuali administrasi KB dan Kampung KB. Satu pesan yang cukup membanggakan, tim mengacungkan jempol pada kegiatan Kampung KB yang ada di Padukuhan Kayubimo Desa Kemadang, hal mana sudah berjalan baik harap ditingkatkan.

Padukuhan Pucung merupakan dusun pertama yang dikunjungi. Di Padukuhan Pucung tepatnya di Sanggar Garuluku Tim Penilai disambut dengan lagu Selamat Datang di Sanggar Garuluku yang dinyanyikan oleh kader Bina Keluarga Remaja (BKR) Garuluku. Beberapa kegiatan ditampilkan di Sanggar Garuluku antara lain: simulasi Bina Keluarga Remaja (BKR), simulasi PIK-R, dan juga simulasi Forum Anak Desa Kemadang (Forandaka). Tidak ketinggalan Garuluku Musik ikut tampil memeriahkan suasana. Beberapa lagu dilantunkan dengan sangat indah, suasana membuat lebih hidup.

Setelah puas melihat kegiatan yang ditampilkan di Sanggar Garuluku, Tim melanjutkan ke padukuhan Sumuran yang merupakan sampel yang kedua. Kegiatan yang ditampilkan di Padukuhan Sumuran antara lain, senam lansia, simulasi penangan kebakaran, peresmian web padukuhan, dan tanaman hidroponik. Tidak ketinggalan para kasepuhan juga tampil dengan karawitan, macapat, dan prosesi kenduri. Walaupun waktu sudah mulai sore, tepat jam 15.00 Tim harus melanjutkan perjalanan ke padukuhan sampel ketiga.

Di Padukuhan Rejosari yang merupakan padukuhan sampel ketiga, Tim Penilai disuguhi penampilan simulasi tsunami, simulasi yang melibatkan sekitar 300 orang membuat terpukau segenap tim penilai. Selain simulasi tsunami, di padukuhan Rejosari juga ditampilkan kelompok karawitan, kelompok gejog lesung. Tidak ketinggalan Pokdarwis Pantai Baron yang menjadi juara I tingkat Propinsi D I Yogyakarta menampilkan produk-produk unggulan baik kerajinan kerang, olahan makanan, termasuk budidaya lobster dan pembuatan garam.

Pukul 17.30 Tim Penilai selesai mengadakan penilaian, tiba acara penutupan yang diawali pesan dan kesan dari Tim Penilai. Poin-poin yang disampikan antara lain:

  1. Peran serta masyarakat luar biasa.
  2. Administrasi kegiatan telah dilaksanakan denga sangat baik.
  3. Semua aspek kegiatan baik dari KB, kesehatan, peternakan, Pokdarwis, budaya dan lain lain telah berjalan dengan sangat baik.
  4. Yang sudah baik mohon dipertehankan bahkan dapat ditingkatkan.

Mengakhiri pesan kesannya Tim Penilai menyampaikan pertanyaan, “Apakah Desa Kemadang siap mewakili DIY maju lomba desa tingkat Nasional?”, dijawab dengan penuh semangat oleh segenap peserta, “Siaaap,” yang lalu disambut tepuk tangan yang meriah. Rakhmadian AP MSi Camat Tanjungsari, disela sambutan pelepasan juga menyampaian, bahwa, “Kami Desa Kemadang siap mewakili DIY maju Lomba Desa tingkat Nasional.” Selamat Desa Kemadang, semoga hasil terbaik segera didapatkan.(*) [sabrur & yuli, tanjungsari]

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas