Kampung KB Wonolagi Tawarkan Wisata Kali Oyo

Selasa (28/11/2017) adalah hari naas bersejarah bagi Kampung KB Wonolagi, Desa Ngleri Kecamatan Playen. Pasalnya hujan tiga hari terus menerus dengan intensitas tinggi telah membuat Sungai Oyo meluap sampai kedaratan dengan ketinggian mencapai 2 meter lebih dari bibir sungai. Dampaknya cukup serius, empat rumah terendam air dan rusak berat, termasuk sekretariat Kampung KB Wonolagi. Semua data dan arsip hanyut terbawa banjir sungai Oyo. 

Keprihatinan yang dialami Kampung KB Wonolagi telah mengundang perhatian dari Perwakilan BKKBN DIY. Melalui Kabid Dalduk pada Kamis (14/12/2017) dilakukanlah kunjungan kerja dan memberikan dukungan moral serta materiil sebesar Rp. 3.500.000,- untuk digunakan recovery data dan konsolidasi pasca banjir. 

Pada Senin (21/5) diadakan penyuluhan program KKBPK dengan sasaran tokoh masyarakat tingkat desa serta diikuti oleh seluruh komponen yang berkecimpung di 
kampung KB Wonolagi. Penyuluhan ini bertujuan untuk mengangkat kembali gerakan program KKBPK di Kampung KB. Sebagai narasumber dihadirkan Kepala Bidang Keluarga Berencana DP3AKBPMdan D Gunungkidul, Dra Dwi Iswantini, yang menyampaikan materi, Kampung KB sebagai Program Strategis untuk Mengentaskan Kemiskinan secara Komprehensif. Narasumber kedua dari Camat Playen, Much Setyawan I, SH, MSi, dengan materi Penggerakan Kampung KB , dan nara sumber ketiga dari Kepala Puskesmas Playen II, Supri, SKM dengan materi, Pengelolaan Drainase Lingkungan Keluarga

Selanjutnya pada Rabu (23/5) dilakukan Musyawarah Kampung KB di sekretariat Kampung KB Wonolagi yang dipimpin langsung oleh Suradal selaku Kades Ngleri. Beliau memaparkan permasalahan Kampung KB Wonolagi dan upaya pemecahannya. Beliau mengajak agar warga tidak hanyut dalam duka berkepanjangan karena banjir sungai Oyo. Beliau membangkitkan semangat warga untuk bersama-sama membangun Wonolagi dengan memanfaatkan potensi alam yang ada termasuk potensi Sungai Oyo sebagai obyek wisata. Dalam kesempatan itu Koordinator PKB Playen, Drs Edy Pranoto juga menandaskan perlunya warga bangkit untuk membangun ekonomi keluarga dengan kemandirian melalui potensi wisata alam. Edy berharap agar pembangunan kampung KB Wonolagi bisa berjalan lebih cepat dengan cara bekerjasama dengan desa sebrang yang ada di wilayah Kecamatan Patuk. 

Menindaklanjuti motivasi yang telah diberikan oleh berbagai pihak terkait dari DP3AKBPMD, sampai Kepala Desa Ngleri, maka pada Rabu (30/5) diadakan rapat dengan judul “Rapat Perjuangan Korban Banjir Kali Oyo” di rumah Tawikan selaku Kepala Dusun Wonolagi. Rapat dipimpin langsung oleh Suradal, Kepala Desa Ngleri. Hasilnya akan dibuka wisata alam Kampung KB Wonolagi. Konsep awalnya dengan membuka wisata ceburan Sugai Oyo dengan dukungan kuliner khas Wonolagi, seperti camilan wader , gudeg , dsb. Untuk pengembangan berikutnya akan dilakukan penggarapan gardu pandang dari atas bukit dengan dikelilingi hamparan bunga. 

Akhad (3/6) dalam suasana puasa Ramadhan 1939 H dilakukan kerja bhakti massal pembendungan Sungai Oyo sebagai langkah awal untuk merealisasi pembukaan wisata ceburan yang rencana akan dibuka saat lebaran Idul Fitri 2018 ini. Bagai air mengalir, kegiatan warga pun terus berlanjut dengan menyiapkan berbagai sarana prasarana, seperti penggalangan dana untuk pengadaan perahu dayung/canau, ban karet, perahu rakit, pelampung renang, sepeda perahu bebek sampai pembuatan tiket masuk serta koordinasi pembagian tugas dilapangan.

Kerja keras warga Kampung KB Wonolagi akhirnya menghasilkan juga, yaitu dengan dibukanya Wisata Tirta Mandiri Kali Oyo Kampung KB Wonolagi pada hari kedua liburan Idul Fitri 1939 H. Pengunjung pun mulai berdatangan dari kampung sebrang serta dari perantau yang lagi mudik berlibur. Semangat dan keyakinan warga pun makin kuat untuk tetap menggarap kampung KB secara lebih serius lagi. 

 

Itulah sedikit laporan tentang perkembangan Kampung KB Wonolagi, semoga ada kepedulian dari berbagai pihak terkait untuk memberikan dukungan positif bagi perkembangan Kampung KB Wonolagi. Amin.(*) [Edy Pranoto, PKB Playen].

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas