FAGK memperoleh Dafa Award sebagai Pelopor Pendidikan Utama

Puncak Acara hari Anak Nasional (HAN) tahun 2018 dilaksanakan di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur,  hari Senin (23/7). Kegiatan Puncak acara HAN diawali dengan kegiatan Temu  Forum Anak Nasional (FAN)  dari tanggal 19 -23 Juli  yang diikuti oleh Perwakilan  Forum Anak se- Indonesia bertempat di Hotel Singgasana Jl. Gunungsari Surabaya, pada kegiatan tersebut Forum Anak Gunungkidul (FAGK)  meraih prestasi yang luar biasa berupa Dafa Award sebagai Pelopor  Pendidikan Utama dengan inonasi kegiatan live – in KACA PLASTIK . Penghargaan ini merupakan bukti bahwa Forum Anak Gunungkidul mampu bersaing, berprestai dan melakukan Inovasi terhadap berbagai kegiatan tidak kalah dengan  anak-anak Indonesia yang lain.

Pertemuan FAN juga merupakan  Forum apresiasi  bagi Forum Anak Daerah (FAD)  yang memiliki prestasi  sebagai  pelopor dan pelapor dalam melakukan sosialisasi dan advokasi di bidang pemenuhan hak anak melalui mekanisme pertemuan perwakilan pengurus FAD dari 34 Propinsi se Indonesia yang diisi dengan program Capasity building dengan menggunakan metode partisipatif dan rekreatif.

 Dhimas Adi Putra sebagai wakil Forum anak Gunungkidul (FAGK) yang ikut dalam ajang pertemuan FAN mewakili  Forum Anak Gunungkidul  dan  menerima penghargaan tersebut mengatakan,  bahwa kesempatan mengikuti kegiatan FAN merupakan pengalaman yang luar biasa, tak akan terlupakan  dan tidak akan terulang lagi. Karena  jika sudah berusia 18 tahun sudah tidak  bisa dikategorikan sebagai anak lagi (Menurut UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang disebut anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk bayi yang ada dalam kandungan) sehingga sudah tidak  lagi menjadi anggota Forum Anak.    

Dalam Puncak acara Peringatan HAN 2018  Presiden Jokowi menyampaikan pesan melalui video, bahwa anak-anak jangan lupa terus belajar,  jangan lupa   bermain dengan teman-teman agar semua bergembira dan senang serta jangan lupa berolah  raga. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  RI,  Yohana Yembise mewakili Presiden RI menambahkan  bahwa negara Indonesia menjamin setiap anak dapat mencapai impian dan cita-cita, negara juga bekerja keras untuk melindungi hak-hak anak sesuai dengan amanat UU, salah satunya dengan kampanye anti pernikahan usia anak (erha)   

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas