STOP BULLYING, STAND UP SPEAK UP

Maraknya fenomena bullying dikalangan anak-anak maupun remaja, sungguh memprihatinkan. Terakhir kasus bullying siswa SMP oleh siswa SMP di salah satu wilayah di Gunungkidul. Bullying  tidak hanya terjadi pada anak atau siswa di perkotaan saja, mereka yang di pedesaan pun juga ‘pernah’ mengalami hal serupa. Masih sering ditemui anak-anak yang duduk di bangku SD maupun SMP yang suka mengejek salah seorang temannya. Alasan mengejek pun beragam, ada yang karena warna kulit, bentuk rambut, bentuk badan, hingga tingkat kepandaian. Hal tersebut sungguh memprihatinkan. Mereka tidak mengetahui bahwa yang dilakukan tersebut sudah merupakan kategori bullying.

Dengan berlatarbelakang hal tersebut, Senin (24/9) 2018 Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) beserta Forum Anak Gunungkidul memberikan sosialisasi  mengenai bullying di SMA N 2 Playen. Sosialisasi Anti Bullying ini menjelaskan mengenai bentuk-bentuk bullying, kategori bullying, faktor, dampak, dan arti dari bullying itu sendiri. Selain itu juga diberikan informasi bahwa bullying adalah melanggar hukum sehingga pelakunya dapat dipidana. Dijelaskan sanksi-sanksi pidana dari segi UU Perlindungan Anak. Tak hanya itu, sosialisasi ini juga memberitahukan langkah apa yang harus dilakukan ketika terjadi bullying. Dengan melapor pada http://pemberdayaan.gunungkidulkab.go.id/ atau dengan menghubungi Call Center  +628112642699. Siapapun dapat melaporkan adanya bullying pada laman web maupun Call Center tersebut, bisa anak-anak itu sendiri (selaku siswa) maupun orangtua atau masyarakat.

“Sosialisasi Anti Bullyingadalah program kerja OSIS dan Satgas Anti Kekerasan SMA N 2 Playen, program sosialisasi ini diadakan pada Senin 24 September 2018. Obyek sasaran sosialisasi ini adalah siswa SMA N 2 Playen, dan mengambil sample satu kelas setiap angkatan. Sosialisasi diberikan pada siswa kelas X, XI, dan XII.

Dari hasil sosialisasi anti bullying tersebut, sebenarnya sudah banyak siswa yang mengetahui arti bullying, meski dengan bahasa yang sederhana. Tetapi beberapa diketahui masih ada yang di-bully oleh teman sekelas dan bahkan hanya diam saja.

Diharapkan dengan adanya Sosialisasi Anti Bullying, memberikan dampak positif bagi siswa-siswa SMA N 2 Playen. Bagi yang pernah mem-bully agar berhenti melakukan bullying dan bagi mereka yang pernah di-bully agar mereka lebih berani untuk melaporkan hal tersebut kepada guru mereka atau laman web maupun call center  yang telah diberikan. *(Tyan-PPPA)

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas