Pembinaan Desa Prima (Perempuan Indonesia Maju Mandiri)

Sebanyak 3 desa Prima dari 31 desa Prima yang telah terbentuk di Kabupaten Gunungkidul mendapatkan pembinaan dan pelatihan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPM&D) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan ASPEMAKO (Asosisasi Pengusaha Makanan dan Minuman Olahan) Kabupaten Gunungkidul.

Pembinaan dan pelatihan dilaksanakan di masing-masing desa Prima selama 2 hari. Desa Semin (05/3), Desa Katongan (07/3), Desa Girikarto (12/03 s/d 15/03). Hari pertama pembinaan oleh DP3AKBPM&D dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Hari kedua praktek pengolahan makanan berbahan dasar lokal oleh ASPEMAKO. Hadir diacara pembinaan antara lain unsur pemerintah kecamatan, unsur pemerintah desa, serta peserta yang terdiri dari 25 perempuan dari keluarga prasejahtera yang memiliki usaha ekonomi produktif.

Kasi PP, Sri Mulat Widiningsih, SSos mewakili Kabid PPPA, menyampaikan bahwa pada awal tahun sudah memberikan pembinaan desa Prima agar nantinya perempuan pada desa Prima dapat maju dan mandiri menciptakan inovasi makanan olahan yang berasal dari bahan baku lokal hasil bumi desa setempat. Harapannya nanti bisa menurunkan tingkat kemiskinan melalui peningkatan produktivitas ekonomi perempuan secara terpadu dan bersinergi melalui pengurangan beban biaya pada keluarga miskin di bidang kesehatan dan pendidikan, hal ini sesuai dengan tujuan pembentukan desa Prima.

Dikatakan lebih lanjut oleh Kasi PP, adalah Program pembinaan desa prima adalah merupakan amanat Inpres RI No 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional, Perpres RI No 54 Tahun 2005 tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, Kepmenneg PP No 58 Tahun 2004 tentang Kebijakan dan Strategi Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan oleh sebab itu agar dilaksanakn dengan baik dan tertib .

Kasi Kefarmasian Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Agung Arinto A.Md Farm, menekankan pada pentingnya keamanan dan penggunan bahan tambahan makanan pada olahan makanan sesuai dengan standar yang diberlakukan dan diharapkan semua pelaku usaha mempunyai sertifikat produk industri rumaha tangga (PIRT) yang langsung bisa mendaftarkan di Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul.

Sementara itu, Ketua ASPEMAKO Kabupaten Gunungkidul, Tri Budi Lestari pada hari kedua memberikan pelatihan praktek pembuatan produk makanan olahan dari bahan baku lokal (pisang, ketela, kelapa). Berharap perempuan pada desa Prima dapat mandiri dan maju dalam rangka meminimalisir permasalahan ekonomi keluarga dikemudian hari dengan cara mengaplikasikan dan mempraktekkan ilmu yang didapatkan setelah pelatihan secara berkelanjutan untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender melalui peningkatan produktivitas ekonomi perempuan.*(Tiyan, PPPA)

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas