Kader KB dari 13 Desa Ikut Pertemuan IMP di BPKB Playen

Pertemuan rutin IMP Kecamatan Playen biasanya dilaksanakan pada tanggal 8 setiap bulannya. Namun karena padatnya acara di bulan April ini, kegiatan tersebut baru dapat dilaksanakan pada hari Jumat (27/4) bertempat di Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Playen. Kegiatan yang sudah berjalan selama 2 tahun tersebut pada awalnya diikuti oleh Penyuluh KB bersama PPKBD dari 13 desa di Kecamatan Playen. Mulai bulan Februari 2018 lalu, bersamaan terbentuknya Forum IMP tingkat desa, peserta pertemuan rutin IMP dari setiap desa ditambah menjadi 2 orang yaitu ketua Forum IMP (PPKBD) dan sekretaris Forum IMP.

Untuk bulan April ini kegiatan tersebut menjadi semakin semarak karena yang dihadirkan dari masing-masing desa sebanyak 3 orang, terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara Forum IMP tingkat desa. Hal ini bertujuan untuk dapat memberikan pembekalan kepada pengurus Forum IMP tersebut. Disamping itu ke depan diharapkan forum ini bisa menjadi ajang untuk saling berbagi pengalaman tentang kegiatan dalam program Keluarga Berencana. Dengan bertambahnya kader IMP yang dilibatkan, maka kegiatan yang dilakukan akan lebih berdaya guna dan berhasil guna.

Acara pertemuan rutin IMP Kecamatan Playen dimulai pada pukul 09.30 WIB. Sebagaimana biasanya, acara dibuka dengan berdoa dilanjutkan menyanyikan lagu Mars Keluarga Berencana. Kemudian sesi pembekalan terkait dengan peran dan tugas Forum IMP tingkat desa yang disampaikan oleh Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Playen, Drs Edy Pranoto dan Penyuluh KB Kecamatan Playen, Sukartini.

Drs Edy Pranoto menyampaikan bahwasanya pengurus Forum IMP tingkat desa memiliki peran dan tugas sebagaimana terkandung dalam enam peran bhakti IMP, yaitu pengorganisasian, pertemuan rutin, pencatatan, KIE dan konseling,  pelayanan kegiatan, serta kemandirian. Dalam hal pengorganisasian, IMP tingkat desa terdiri atas PPKBD, Sub PPKBD, dan Ketua Kelompok KB yang memiliki tugas sesuai wilayah masing-masing. Ketua Forum IMP selaku PPKBD bertugas mengkoordinasikan kegiatan di tingkat desa dengan dibantu sekretaris dan bendahara Forum IMP. Sekretaris tugas utamanya berkaitan dengan administrasi umum, yaitu melakukan register serta pencatatan dan pelaporan kegiatan. Sedangkan bendahara mengurusi administrasi keuangan.

Forum IMP tingkat desa juga memiliki tugas untuk melakukan KIE KB, baik di tingkat desa, dusun, maupun kelompok kegiatan yang dalam pelaksanaannya bersinergi dengan Penyuluh KB. Kaitannya dengan pelayanan alokon, saat ini Penyuluh KB sudah tidak diperkenankan untuk droping pil dan kondom melalui jalur desa. Sesuai prosedur yang berlaku saat ini untuk akseptor KB pil dan kondom dapat mendapatkan alokon di puskesmas atau pustu. Bagi peserta BPJS dengan membawa persyaratan yang telah ditentukan, sedangkan bagi yang bukan peserta BPJS akan dikenakan tarif sesuai Perda Kabupaten Gunungkidul.

Di bagian akhir paparannya, Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Playen mengingatkan tentang pencapaian peserta KB baru selama 3 bulan yang masih pada angka 17,6 persen dari target. Pencapaian tersebut harus ditingkatkan pada bulan-bulan yang akan datang agar targetnya dapat tercapai.

Materi pembekalan ke dua diberikan oleh Sukartini. Selaku Petugas PUM, apa yang disampaikan terfokus pada masalah pendanaan kegiatan tingkat desa yang bersumber dari APBN dan DAK Kabupaten Gunungkidul. Bahwa pada tahun ini terdapat beberapa kegiatan di tingkat desa yang dibiayai dari APBN, seperti pertemuan IMP, rapat koordinasi tingkat desa, dan penggerakan program KKBPK. Meskipun frekuensi dari pendanaan tersebut belum diketahui, namun ketika dananya cair akan diberikan ke desa melalui Forum IMP. Karena dana tersebut untuk kegiatan di tingkat desa, maka untuk kelengkapan SPJ seperti daftar hadir, notulen, surat tugas, dan nota warung agar disiapkan oleh Forum IMP tingkat desa.

Sesuai informasi dari DP3AKBPM dan D Kabupaten Gunungkidul bahwa pada tahun ini kegiatan KIE KB oleh PPKBD juga akan mendapat dukungan operasional dari DAK Kabupaten Gunungkidul. Apabila dana tersebut sudah cair, nantinya dapat digunakan untuk operasional KIE KB atau penyuluhan ke dusun-dusun. Oleh karena itu setiap melakukan kunjungan ke tingkat dusun agar dicatat dalam buku notulen, sehingga apabila diperlukan untuk kelengkapan SPJ akan mudah disiapkan.

Sesi terakhir acara pertemuan IMP, waktu diberikan kepada ketua Forum IMP Kecamatan Playen untuk menyampaikan tanggapan. Ketua Forum IMP Kecamatan Playen, Ismini menyatakan bahwa seluruh pengurus Forum IMP tingkat desa siap turun ke dusun-dusun untuk melakukan penyuluhan program KB. Ismini mengatakan bahwa selama ini, ada maupun tidak ada dukungan dana dari pemerintah, PPKBD bersama pengurus kader desa secara berkala melakukan kunjungan ke dusun-dusun untuk mengetahui kegiatan program KB. Dengan melakukan penyuluhan ke dusun-dusun diharapkan dapat mencapai targer peserta KB baru yang telah memberikanb ditetapkan tadi. Selaku ketua kelompok UPPKS Dusun Mendongan, tidak lupa Ismini memberikan motivasi kepada kader IMP yang mengelola UPPKS agar menggiatkan kembali kegiatan kelompoknya.

Pada pukul 11.15 WIB acara pertemuan rutin IMP Kecamatan Playen diakhiri. Setelah acara ditutup, dilanjutkan dengan undian arisan dan nyambel bawang bersama yang disiapkan oleh Penyuluh KB bersama PPKBD dari beberapa desa.(*) [sabrur/slamet, playen]

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas