Bupati: "Tahun 2019 Akan Dibangun Jembatan Permanen ke Kampung KB Wonolagi"

Senin, 10 Desember 2018

Administrator

KKBPK

Dibaca: 213 kali

Berlangsung di Balai Desa Playen, Jum’at (23/11), kehadiran Bupati Gungkidul Hj Badingah disertai  Pejabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Disperindag, Pariwisata, Bappeda, Dinas Pertanian, Dinas Perijinan dan Penanaman Modal serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang sudah ditunggu oleh pimpinan pejabat setingkat kecamatan, tokoh-tokoh masyarakat, kepala desa, unsur pemuda, kader serta perwakilan dari pedagang pasar Playen.

Temu wicara Bupati yang disiarkan secara langsung oleh Radio Dakshinarga Gunungkidul berjalan mulai pukul 13.00 sampai 15.15 WIB berlangsung lancar. Dalam sambutannya, Hj Badingah menyampaikan bahwa kunjungan kali ini di samping sebagai ajang silaturahim pada warga, juga untuk mendapatkan masukan aspirasi pembangunan apa yang segera dibutuhkan oleh warga. Bupati juga menyanjung kekuatan gotong-royong dalam pembangunan yang ada di masyarakat sebagai hal yang tak ternilai.

Bupati berharap pada warga  yang telah memiliki pasar Playen dengan denyut kehidupan perekonomiannya 24 jam, serta memiliki jalur wisata, supaya disediakan tempat-tempat peristirahatan dengan menjual kuliner khas Gunungkidul. Beliau wanti-wanti pada Pemerintah Kecamatan agar mampu menjadi fasilitator yang baik bagi warganya. Lebih lanjut beliau sampaikan agar warga masyarakat ikut berperan aktif dalam pengawasan penggunaan anggaran desa  mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi. 

Di era digitel ini Badingah juga berpesan agar masyarakat mulai melek terhadap tehnologi informatika yang serba digitel. Hal ini penting untuk beradaptasi terhadap perkembangan global yang serba digitel. Di akhir pesannya beliau menyinggung soal Kampung KB Wonolagi yang tahun ini dibangun dua jembatan, yaitu jembatan gantung yang selesai pada Desember 2018 dan jembatan permanen dengan biaya 22,5 milyar dimulai tahun 2019. “Diharapkan adanya jembatan ini akan membuka daerah wisata baru dan membuka Wonolagi, Ngleri dari keterpencilan. Harus saya tandaskan lagi kalau pembangunan dibidang pariwisata itu bersifat penggerak perekonomian, sedangkan  pertanian tetap sebagai tulang punggung pengadaan pangan dan ternak yang tetap akan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan dari mantan camat Depok Sleman, yang saat ini menjabat sebagai Kades Ngleri (Supardal) terkait dengan permintaannya agar dibuka Dusun Wonolagi dari keterpencilan sebagai bentuk realisasi Nawacita ke tiga, serta menanggapi diizinkannya pengunaan tanah Dinas Kehutanan seluas 5 Ha untuk pengembangan wisata pesona alam berupa penanaman bunga di Kampung KB, Dinas Pariwisata balik meminta agar Kades menjadi pelopor dalam memicu tumbuh-kembangnya embrio pariwisata di Wonolagi. Sedangkan dari Bapeda juga menyarankan agar penggarapan lahan 5 Ha untuk mendukung wisata Wonolagi jangan diserahkan pada investor swasta, namun diharapkan agar bisa dikerjakan oleh warga sekitar. Hal demikian akan mempermudah bagi pihak Perhutani dalam pembuatan perjanjian pemberian izin guna usaha wisata.

Sedangkan dari Disperindag Gunungkidul menyetujui permohonan Supardal untuk tahun 2019 Desa Ngleri diberikan pelatihan Kursus Pembuatan Batik sebagai sarana meningkatkan perekonomian warga Ngleri. Sementara dari Dinas Pertanian sudah memberikan sarana bagi warga Desa Ngleri dalam upaya meningkatkan perekonomian melalui KRPL (Kawasan Rumah Pekarangan Lestari) yang ada di Dusun Puntuk Wetan. Program KRPL ini diharapkan mampu untuk mengentaskan kemiskinan warga, asalkan masyarakat bekerja dengan sungguh-sungguh dalam mengelola pertanian.

Di akhir sesi giliran dari Bappeda yang memberikan jawaban dari para penanya. Soal pembuatan rest area dengan taman kulinernya, diharapkan Desa Playen mengadakan kajian yang lebih mendalam agar nantinya program yang sudah ditentukan berjalan sesuai harapan. Soal regrouping SD Playen 6 dan 4, sudah ada aturan mainnya di Kabupaten, namun demikian masukan dari warga yang sudah disampaikan tetap akan menjadi pertimbangan yang utama. Sedangkan permintaan dari kaum difabel yang diwakili oleh Ny Sumiyati dari Plembutan mengenai pemberian akses dan fasilitas bagi kaum disfabel baik dalam program perencanaan pembangunan dan fasilitas umum, diterima dengan baik. Artinya kaum difabel akan diajak dalam setiap pembahasan perencanaan pembangunan dan pemerintah juga siap untuk memberikan sarana fasilitas umum bagi kaum difabel. Terakhir, menyinggung soal wilayah Wonolagi yang terpencil, diharapkan pemerintah Desa Ngleri bisa melakukan perencanaan pembangunan fisik maupun non fisik lebih obtimal lagi melalui Kesepakatan Program Pembangunan di Musrenbang. (Koord PKB Playen, Drs Edy Pranoto)

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas

Pencarian

Berita Gunungkidul





semua agenda

Agenda

semua download

Download

Statistik

012068

Pengunjung Hari ini : 1
Total pengunjung : 12068
Hits hari ini : 285
Total Hits : 249240
Pengunjung Online : 1

Jajak Pendapat

Bagaimanakah tampilan website Kominfo?
Sangat Puas
Puas
Cukup Puas
Kurang Puas

Lihat